Proses dari karyawan menjadi pengusaha.
Ditulis oleh triwoko2007 di/pada Juni 11, 2008
Ups… tanpa terasa saya sudah 6 tahun meninggalkan comfort zone karyawan dan saya akan sharing 6 tahun silam ketika mulai memasuki wild jungle zone pengusaha.
Berikut akan dipaparkan emosi-emosi pribadi ketika menjalani proses pindah kuadran dari karyawan menjadi pengusaha, yang masih tergambar dengan jelas betapa emosi saya campur aduk pada waktu itu, yakni :
1. Hati terasa lega menjadi manusia yang terbebas dari rutinitas tugas dan tanggung jawab sebagai karyawan.
Pressure kejar tayang pelaporan management tidak ada lagi, terbebas dari rapat rutin management yang penuh intrik dan terlepas dari kewajiban auditing ke luar kota yang membosankan.
2. Sering merasa gelisah di saat memikirkan operasional sehari-hari perusahaan yang jalan di tempat.
Maksud hati ingin berlari kencang menggapai sales yang signifikan, namun kondisi perusahaan yang dikelola baru seumur jagung, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk dikenal masyarakat (corporate branding).
3. Rasa gembira dapat berkumpul dengan keluarga sepanjang hari, walaupun hanya dengan isteri dan anak bungsu.
Merupakan kebahagiaan tersendiri setelah sekian puluh tahun jarang berkumpul dengan isteri dan anak-anak, karena situasi dan kondisi sebagai karyawan yang harus sering travelling ke luar kota berhari-hari.
4. Rasa kecewa karena dua anak sudah tumbuh menjadi remaja dan asyik dengan dunianya sendiri, sehingga kurang peduli dengan kehadiran saya di rumah, malahan anak ke dua pernah bilang : “…koq nggak kerja seperti dahulu lagi”… hiks.. !!!.
Sebuah ironi kehidupan dan saya semakin menyadari : … betapa waktu tidak dapat diputar ulang kembali ke masa lalu !!!
Saya baru menyadari betapa tiga dari empat my beautiful angels telah tumbuh menjadi dewasa dan remaja, yang sudah tidak mau lagi diperlakukan seperti anak kecil.
Mereka sudah mempunyai dunia sendiri dan asyik dengan kehidupan pribadi mereka masing-masing, yang sering uring-uringan kalau saya ajak bercanda layaknya anak kecil.
5. Rasa puas dapat membaca buku-buku favorit yang belum sempat dibaca dan sekalian belajar praktek beberapa aplikasi software komputer agar tidak terlalu gagap teknologi alias gaptek.
Hobi membaca dapat tersalurkan dengan baik, karena mempunyai waktu yang cukup dan tidak diburu-buru kewajiban masuk kerja.
Pada waktu masih menjalani profesi karyawan, kesempatan membaca paling relax hanya pada waktu menunggu keberangkatan pesawat di airport dan selama perjalanan di udara.
6. Rasa khawatir tentang lambatnya pertumbuhan perusahaan yang baru didirikan dan dikelola sendiri bersama isteri.
Di samping itu juga sering merasa takut akan masa depan yang tidak pasti dan khawatir tidak dapat membahagiakan keluarga.
Di awal berdirinya, perusahaan belum menghasilkan keuntungan yang dapat menopang ekonomi rumah tangga, sehingga saldo rekening tabungan keluarga selalu berkurang untuk menambal kekurangan biaya hidup setiap bulannya.
Living cost selama sekian bulan memang sudah disiapkan sebelum pindah kuadran menjadi pengusaha, namun sebagai manusia tetap saja merasa khawatir dan sering menjadi pemicu konflik dengan keluarga.
Langkah-langkah penyesuaian living cost (baca : penghematan) sungguh tidak populer di hadapan anak-anak, karena hal tersebut mengakibatkan down grade of life style… hiks.. hiks.. !!!
Terlebih pada saat liburan panjang anak sekolah, ketika anak-anak pada berceloteh nostalgia liburan tahun-tahun sebelumnya, yupp… hati terasa nelangsa atas ketidakmampuan mengajak keluarga pergi liburan.
Proses yang harus dijalani sungguh mengharu biru emosi, meskipun saya sudah menyiapkan segala hal sejak 5 tahun sebelum pindah kuadran menjadi pengusaha.
Ternyata hal paling fundamental dalam proses pindah kuadran menjadi pengusaha adalah : “merubah mindset”.
Semoga dapat menginspirasi pembaca blog yang budiman.
Entri ini dituliskan pada Juni 11, 2008 pada 11:58 am dan disimpan dalam Karyawan, Winning stories, Wirausaha. Bertanda: comfort, mindset, Pengusaha. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.









